[Part 1 of 2] Scandal

Scandal

Author : GorgeousJung

Title     : Scandal

Cast     : –   Jessica Jung (Girls’ Generation)

–         Kris Wu (EXO-M)

–         Park Chanyeol (EXO-K)

Genre : Romance

Rating : PG-15

Lenght : Twoshoot

Note     : Do not copy and paste! Please comment after read my  

               fanfic. And Happy Reading ~

 

© 2014

Good job Jessica-ssi!

“Ah ne.. Kamsahamnida

 

Jessica melangkahkan kakinya menuju van hitam yang telah menunggu dirinya. Sebelum masuk ke van hitam tersebut, gadis cantik itu membungkuk dan mengucapkan terima kasih kepada direktur dan staff yang ada di lokasi shooting film terbarunya yang bergenre action.

 

“Jessica-ssi kau mau mampir ke butik langgananmu?”

“Tidak perlu. Aku sedang lelah”

 

Manager Jessica tersenyum dan mengangguk kecil. Jessica memposisikan duduknya agar nyaman. Lalu ia menyandarkan kepalanya dan mulai memasuki alam mimpinya.

 

**

 

“Jessica-ssi.. Managermu Lee Kyung Ho, mengundurkan diri kemarin. Aku tidak tau pasti alasannya. Tetapi CEO sudah menyiapkan Manager baru untukmu”

 

“Aish.. Padahal aku sudah nyaman dengan Lee Manager. Kenapa dia harus mengundurkan diri eoh? Apakah aku membuatnya tidak nyaman? Kau tahu kan? Aku sulit beradaptasi dengan orang baru”

 

“Aku tidak tahu Jessica-ssi. Tapi aku yakin, kau akan dengan mudah beradaptasi dengan Manager barumu. Dia sangat tampan heheheh”

 

“Oh.. Jangan tertawa seperti itu. Suaramu terdengar mengerikan Song Joongki-ssi. Baiklah, nanti sore aku akan ke kantor”

 

Jessica menghela nafas berat. Gadis bertubuh mungil itu menghempaskan tubuhnya ke sofa putih miliknya.

 

EOMMA! Temani aku ke kantor nanti sore!”

 

***

 

Annyeonghaseyo.. Kris Wu imnida

 

Jessica terdiam. Tubuhnya terasa kaku. Mulutnya terbuka lebar seakan rahangnya sudah hampir lepas. Nyonya Jung menatap anaknya dengan pandangan khawatir. Sooyeonnie bungkukkan badanmu, bisik Nyonya Jung.

 

Jessica dengan terpaksa membungkukkan badannya. Sedangkan lelaki yang jaraknya hanya beberapa langkah di depannya tersenyum sinis –menurut Jessica.

 

“Jadi Jessica-ssi.. Kau ada schedule malam ini, bukan? Maka Kris Wu akan memulai pekerjaannya hari ini juga”

 

Nyonya Jung memberikan isyarat pada Jessica bahwa beliau akan pulang lebih dahulu. Jessica tersenyum kecil. Kemudian Jessica membungkukkan badannya kepada CEO Management-nya. Jessica keluar dari ruang kerja CEO-nya diikuti oleh Kris Wu. Manager barunya.

 

Jessica memasuki van hitam yang biasa mengantarnya ke lokasi shooting. Sedangkan Kris mulai menyalakan mesin van tersebut.

 

Long time no see, dear

 

Jessica memutar matanya jengah. “Fokuslah menyetir Wu Manager. Jangan banyak bicara”

 

Kris terkekeh kecil. “Siap Nona Jung” Jessica menghela nafas pasrah. Ia tidak sanggup membayangkan bagaimana rasanya menjalani hari-hari berikutnya bersama pria bertubuh jangkung itu.

 

**

 

“Wu Manager. Kau tidak perlu mengikutiku sampai ke depan pintu apartement yang aku tinggali! Kau cukup mengantarku sampai lobby saja.”

“Aku merindukanmu. Apakah aku tidak boleh mengunjungi tempat tinggalmu? Apakah presiden negara kita yang melarangku? Tidak bukan?”

“Kris.. Kenapa kau harus memasuki kehidupanku lagi huh? Kenapa kau harus menjadi managerku? Rindu padaku? Heol. Itu sangat tidak mungkin!”

 

“Sayang.. Kau tidak percaya padaku? Aku kan teman baikmu. Mana mungkin aku tidak merindukanmu. Hanya melihatmu di layar kaca saja itu tidak cukup untuk menghilangkan rasa rinduku”

Mwoya.. Terserah apa katamu. Aku lelah”

 

Jessica menutup pintu apartement mewahnya. Namun, sebelum pintu berwarna cokelat itu benar-benar tertutup, kaki panjang Kris menahannya. Kris menarik lengan kurus Jessica sehingga jarak antara tubuh gadis itu dan tubuh Kris sangat dekat. Kris mengecup pipi Jessica lembut.

 

Mata Jessica membelalak lebar. Kris menjauhkan wajahnya sembari tersenyum lebar. “Wu Manager!”

 

Kris tertawa terbahak-bahak melihat wajah Jessica yang tegang. Ekspresi terkejut gadis itu sangat menggelikan menurutnya.

 

“Masuklah.. Jangan lupa schedulemu besok” Kris tersenyum kecil sembari meninggalkan Jessica yang masih terpaku di depan pintu apartement-nya.

 

**

 

Jessica turun dari Lamborghini Murcielago LP640 berwarna merah miliknya. Ia tersenyum kepada direktur yang sudah menunggunya di lokasi pengambilan poster untuk filmnya. Kris mengikuti langkah Jessica dengan santai. Ia tidak menyadari pandangan menusuk dari beberapa fans Jessica.

 

Setelah menyapa direkturnya, melambaikan tangannya ke arah fans yang berdesak-desakan di lokasi photoshootnya.

 

NUNA! Siapa lelaki di sampingmu?!” teriak seorang lelaki berseragam putih yang memilik garis biru di bagian lengannya. Jessica memandang aneh salah satu penggemarnya itu. Namun ia memutuskan untuk menjawab pertanyaan lelaki muda itu. “Managerku!”

 

Jessica pun segera duduk di kursi yang disediakan staff. Ia merapatkan mantelnya ketika ia merasa angin mulai menusuk kulitnya. Tiba-tiba seseorang menyodorkan secangkir kopi panas. Jessica mendongakkan kepalanya. Kris. Jessica menerima cangkir yang disodorkan Kris dan mulai menyeruput kopi itu. Kris duduk di samping Jessica.

 

“Menurutmu, kenapa penggemarku menanyakan siapa dirimu?”

Molla.. Mungkin mereka akan berpindah menjadi penggemarku. Wajahku kan tampan. Tubuhku tinggi. I’m cool enough

“Oh God please..”

 

Jessica mengeluarkan gadgetnya. Ia mulai menjelajahi internet. Ia pun iseng mengetik ‘Jessica Jung’ sebagai kata kuncinya.

 

 

SEORANG PRIA MENCIUM AKTRIS JESSICA JUNG

 

 

Oh My God! Pantas saja mereka menanyakan identitasmu! Kris Baboya! What should we do now? Should i held a press conference? Should i do an interview with a reporter?”

 

Calm down.. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Toh sebentar lagi aku akan mengumumkan bahwa kita adalah sepasang kekasih. Bukankah kau seharusnya merasa beruntung terjerat skandal dengan pria tampan sepertiku?”

 

“Kau gila Kris-ssi! Bagaimana ini?”

 

Kris menarik Jessica menuju penggemar Jessica yang masih berdesak-desakan itu.

 

“Saya dan Jessica-ssi tidak memiliki hubungan khusus. Kami hanya sebatas Manager dan artisnya. Kemarin saya mengantar Jessica-ssi hingga ke depan pintu tempat tinggalnya karena akhir-akhir ini banyak sasaeng fans yang mengikuti Jessica-ssi. Dan di foto itu, saya tidak sedang mencium Jessica-ssi. Saya sedang membantu Jessica-ssi membenarkan antingnya yang tersangkut di rambutnya. Jadi kalian tidak perlu khawatir. Kalian boleh menyebarkan penjelaskanku di media sosial atau di fansite kalian. Terima kasih”

 

Kris membungkuk dalam. Dalam hati Jessica berterima kasih kepada Kris. Ia mengira Kris akan bicara yang tidak-tidak di depan penggemarnya. Ternyata Kris malah mengarang cerita agar tidak terjadi skandal di antara mereka berdua. Melihat Kris yang membungkuk, Jessica pun ikut membungkukkan tubuhnya 90o.

 

Hyung, jaga nuna kami” “Tolong perhatikan kesehatan Jessica eonni!”

 

Penggemar Jessica meneriakkan pesan-pesan mereka dengan semangat. Kris tersenyum melihat respon positif dari penggemar Jessica. Tak lama kemudian, direktur memanggil Jessica dan mengatakan bahwa pemotretan telah usai.

 

“Kris gomawo” Jessica berjalan pelan menuju van dengan senyum di wajahnya. Kris pun ikut tersenyum. “Eo.. Itu memang tugasku, Sooyeon-ah

 

**

 

Jessica menatap layar televisinya dengan pandangan kosong. Tubuhnya terasa sakit. Kepalanya berdenyut. Penglihatannya buram. Bibir Jessica pucat. Suhu tubuhnya juga tinggi.

 

TING TONG

 

Jessica membuka pintu apartement-nya dengan malas. Kris yang berada di depan Jessica menatap Jessica bingung melihat wajah pucat artis cantik itu. Kris masuk ke apartement gadis itu. Jessica menutup pintu apartement-nya. Lalu ia berjalan lemas ke sofa panjangnya. Kris menatap Jessica yang terbaring lemas di sofa putih itu.

 

“Hari ini ada shooting scene 17. Rolling dan ehm.. Kiss scene.”

“Kris.. Aku sedang tidak enak badan. Bisakah kau menghubungi direktur atau asistennya?”

“Baiklah.. tunggu sebentar”

 

 

Setelah Kris menelepon direktur film baru Jessica, ia berjalan menuju dapur Jessica dan membuatkan Jessica bubur. Ia yakin Jessica belum mengisi perutnya.

 

“Sooyeon-ah.. Makanlah dulu”

 

Jessica menggeleng. Kris menaikkan posisi bantal Jessica, sehingga tubuh Jessica setengah duduk. Kris menyendokkan bubur itu lalu menyodorkannya ke mulut mungil Jessica. Jessica hanya menatap Kris.

 

“Sooyeonnie.. Kau perlu makan. Kau tahu? Park Chanyeol tidak sabar menunggumu. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatannya untuk menciummu”

 

“Cih.. Mwoya

 

Jessica memukul lengan Kris. “Ouch.. Sedang sakit saja kau masih brutal” Kris meringis sambil mengelus-elus lengannya. Jessica terkekeh pelan. Ini tidak seperti yang dipikirkan Jessica ketika ia tahu Kris adalah manager barunya. Kris has changed.

 

**

 

“Kris! Kris Wu! Wu Manager!” Jessica mengetuk pintu kamar mandi dengan keras. Kris menggerutu di dalam kamar mandi. Pria jangkung itu segera menyelesaikan aktivitas membersihkan tubuhnya.

 

Wae?” Kris muncul dari pintu kamar mandi dengan menggunakan bathrobe berwarna putih. Jessica tersenyum lebar. Tiba-tiba gadis itu melompat dan melingkarkan tangannya ke pinggang Kris—memeluk Kris. Kris menatap gadis yang sedang memeluknya heran.

 

“Kau kenapa eoh? Kau menakutkan!” Kris mendorong Jessica agar ia melepas pelukannya. Jessica merengut kesal.

 

“Kau tidak bercita-cita memberiku hadiah? Kau tahu? Rating saeguk drama pertamaku mencapai 20%! Kau tahu kan? Di drama itu aku bermain dengan Park Chanyeol. Dan dari situ, aku dan Park Chanyeol mulai dikenal sebagai korean hot couple. Dan kapan aku akan shooting kembali? Aku sudah sehat!”

 

Kris hanya memutar matanya mendengar cerocosan Jessica. Dan apa? Jessica dan aktor Park Chanyeol itu dikenal sebagai Korean hot couple? Oh God.. Aku yang akan menjadi pasangan Jessica! Kris menggerutu di dalam hatinya.

 

“Bilang saja kau ingin segera berciuman dengan Park Chanyeol itu. Cih.. Dasar wanita rubah”

“Apa kau bilang? Wanita rubah? Sebenarnya kau kenapa? Kenapa kau terlihat kesal sekali? Kau sedang tidak memiliki mood yang baik ya? Atau.. Kau cemburu?”

 

No! No! Siapa yang bilang aku cemburu hah? Memangnya kenapa aku harus cemburu?”

 

Jessica terkekeh. Gadis itu terlihat semakin dekat dengan Kris sejak Kris menginap di apartement-nya ketika ia sakit beberapa hari yang lalu. Jessica memutuskan untuk melupakan semua perlakuan Kris di masa lalunya. Karena menurut Jessica, Kris yang sekarang dengan Kris yang dulu sangat berbeda.

 

Kris memasuki kamar tamu di apartement Jessica untuk mengganti pakaiannya. Sedangkan Jessica, ia duduk di sofa kesayangannya.

 

“Sooyeon-ah.. Direktur berkata nanti sore kita harus ke daerah Sungai Han untuk mengambil scene 17 itu”

 

Okay… Kyaaa~ Bagaimana rasanya bibir milik Chanyeol?” Jessica menutup wajahnya dengan telapak tangannya sembari mengayun-ayunkan kakinya. Kris menatap tingkah Jessica dengan ekspresi yang sulit diartikan. Jengkel, Marah….. Cemburu? Mungkin?

 

**

 

Cut! Good! Istirahat 10 menit!”

 

Kris menyodorkan sebotol air mineral ke Jessica. Jessica meminum air tersebut. Kris mengelap keringat di dahi Jessica dengan tisu. Jessica tersenyum.

 

Gomawo

“Eum.. Setelah ini kau akan melakukan kiss scene

Kris menarik Jessica menjauh dari kerumunan staff yang sedang menikmati tteok dari tepung beras yang dimasak dalam bumbu gochujang yang pedas dan manis disebut tteokbokki.

 

Jessica mengangguk kecil. “Iya, lalu?” Kris menghela nafas. Pria itu menghela nafas berat. Kris memegang bahu Jessica.

“Aku tidak rela jika bibirmu ini dicium oleh Park Chanyeol terlebih dahulu”

 

Jessica yang masih sibuk mencerna kalimat yang dilontarkan Kris, dikejutkan dengan bibir Kris yang tiba-tiba mencium bibirnya lembut. Kaki Jessica tiba-tiba lemas. Jessica pun—terpaksa—melingkarkan lengannya di leher Kris agar tubuhnya tidak jatuh.

 

Kris melepas ciumannya. Lelaki tampan itu tersenyum menatap Jessica yang masih belum kembali dari keterkejutannya.

“Ayo kita kembali ke lokasi” Kris menarik lengan Jessica pelan.

 

 

“Kang Jong Hee.. Aku mencintaimu”

Jong Hee menatap Park Mu Yeol dengan tatapan lembutnya.

“Aku juga mencintaimu, Park Mu Yeol”

 

Mu Yeol mendekatkan wajahnya ke wajah Jong Hee. Menghapus jarak di antara wajah mereka. Bibir Mu Yeol menempel tepat di bibir manis Jong Hee. Jong Hee memejamkan matanya seperti yang Mu Yeol lakukan. Tangan Mu Yeol yang semula berada di pinggang Jong Hee, berpindah ke pipi tirus Jong Hee.

 

Cut!

 

Chanyeol melepas ciumannya perlahan. Kemudian ia membungkukkan badannya ke Jessica dan para staff. Jessica pun melakukan hal yang sama.

 

Kris menghampiri Jessica dengan tampang kusutnya. Jessica tersenyum melihat Kris. “Kkajja Wu Manager!”

 

 

“Kris.. Sebenarnya kau kenapa? Kau sakit?” Jessica menatap Kris yang dari tadi melamun. Jessica menggerak-gerakkan tangannya tepat di depan wajah Kris. Namun, Kris masih bergeming. Aigoo.. Orang ini benar-benar sedang sakit..

 

“Argh! What the hell are you doing?!”

 

Jessica tertawa kencang setelah melepas cubitannya di pipi Kris. Kris mengusap-usap pipinya yang terasa berdenyut-denyut.

“Wu Manager.. Kau kenapa? Dari kemarin wajahmu kusut sekali.. Belum disetrika ya?”

 

Kris hanya diam sambil menyeruput cappucino latte yang berhiaskan foam berbentuk daun. Jessica yang merasa diabaikan, memasang ekspresi kesalnya. Jessica menyambar cangkir vanilla latte-nya dan meminum isinya dengan sekali teguk.

 

Kris menatap Jessica yang sedang meminum vanilla latte-nya. Perhatian Kris tertuju pada bibir Jessica ketika Jessica mendongakkan kepalanya dan menatap ke luar caffè dari jendela kaca di sebelahnya.

 

Bibir mungil itu.. Basah dan dihiasi sedikit foam di bibir atasnya. Terlihat menggoda di mata Kris. Should i…..

 

Kris tiba-tiba bangkit dari kursi yang didudukinya. Jessica terkejut melihat Kris yang tiba-tiba berdiri. Kris membungkukkan badannya –mensejajarkan wajahnya dengan wajah Jessica. Pria tampan itu menempelkan bibirnya di bibir Jessica. Kris memberikan sedikit lumatan di bibir atas Jessica sebelum ia melepaskan foam kiss yang ia lakukan.

 

“Kau penggemar drama ‘Secret Garden’ yang dimainkan oleh Hyun Bin dan Ha Ji Won ya?”

 

Kris tertawa pelan melihat wajah sinis Jessica. Oh tidak.. Aku mulai menyukai bibir tipisnya itu.

Kris kembali duduk di tempatnya semula. Ia mengeluarkan iphone 5s miliknya. Sekarang tanggal 17 April.. Besok adalah hari ulang tahun gadis rubah ini?

 

**

 

“Sooyeon-ah.. Bisakah kau membukakan pintu apartement-mu untukku?

“Hah!! Kenapa kau tidak membukanya sendiri? Kau sudah tahu password apartement-ku Kris!”

“Jangan banyak bicara! Buka saja pintunya!”

“Aish.. Geurae! Geurae!

 

Cklek

 

“Happy birthday to you.. Areumdaun nae sarang.. Baby only for you.. Niga isseo haengbokhae”

 

Kris membawa kue tart berukuran sedang dengan lilin berbentuk angka 2 dan 6 yang menyala. Kue tart itu dikelilingi dengan macaroon dengan warna ungu, merah muda, cokelat, biru, dan hijau.

Jessica menutup mulutnya. Tiba-tiba..

 

“Puhahahahahaha”

 

Jessica tertawa kencang sambil memegangi perutnya. Kris menatap Jessica yang sedang tertawa dengan pandangan aneh.

 

“Suaramu.. Oh my God! Jangan pernah bernyanyi lagi di depanku. Suaramu sungguh menakutkan”

 

Kris memutar bola matanya. “Whatever.. Cepat tiup lilinnya! Tanganku pegal”

Jessica tersenyum kecil. Gadis itu sedikit membungkukkan badannya dan meniup lilin yang menancap di kue tart yang dibawa Kris.

 

“Ayo masuk! Jangan sampai kita membuat gosip aneh lagi”

 

Jessica mengambil alih kue tart yang dibawa Kris. Artis cantik yang telah bertambah usia itu masuk ke dalam apartement-nya. Kris pun mengikuti langkah Jessica setelah menutup pintu apartement.

 

Jessica meletakkan kue tart yang dibawa Kris tadi di meja. Kemudian ia memberikan handphonenya kepada Kris. “Tolong fotokan aku”

 

 

“Kris.. Let’s take a selca” Jessica mengapit lengan Kris. Kris pun ikut berpose seperti yang Jessica lakukan. Tangan mereka berdua membentuk V sign. “Say cheese~”

 

Klik

 

“Woah.. You look so cute! Hahahaha”

Kris tersenyum kecil melihat Jessica yang masih sibuk terkekeh sambil mengamati foto mereka berdua.

 

Kris merogoh sakunya. Handphonenya bergetar pertanda ada seseorang yang menghubunginya.

 

“Selamat pagi”

“…”

“Sekarang? Di daerah Gangnam? Baiklah”

 

Jessica menatap Kris dengan pandangan bertanya-tanya. “Kau harus shooting di Gangnam. Haish… Kenapa mendadak sekali”

 

“Kau tunggu sebentar. Aku akan mengganti bajuku terlebih dahulu”

 

**

 

Annyeonghaseyo..”

“Kami minta maaf Jessica-ssi.. Shooting dibatalkan karena beberapa kamera sedang rusak. Tadi kami sudah mencoba untuk menghubungi manager anda.. Tapi tidak diangkat”

“Ah benarkah? Tidak apa-apa.. Bolehkah saya pulang lebih dahulu?”

Ne.. Ne.. Silahkan.. Sekali lagi kami mohon maaf”

 

Jessica tersenyum kecil. Kris menghampiri Jessica.

“Ada apa?”

Shooting dibatalkan. Ada beberapa kamera yang perlu diperbaiki”

“Padahal kita sudah jauh-jauh kemari. Kenapa kameranya harus rusak?”

Molla.. Kris.. aku ke kamar mandi dulu okay?

“Hmm.. Jangan terlalu lama”

 

Jessica berjalan menuju kamar mandi restaurant yang tadinya akan digunakan sebagai lokasi shooting. Jessica meletakkan handphone yang dari tadi digenggamnya di atas wastafel. Aktris muda itu mencuci tangan dan memperbaiki make up-nya yang sedikit berantakan. Beberapa menit kemudian, gadis itu keluar dari kamar mandi.

 

“Wu Manager! Ayo kita pulang”

 

 

 

To be continued…

 

I’m so sorry T_T Aku kena writer’s block.. Dan aku minta maaf banget..

Bukannya bawa lanjutannya ‘My Love, My Fate, My Lover’ aku malah bawa FF ini ;_; Dan kayaknya ‘My Love, My Fate, My Lover’ dengan terpaksa, aku hapus. Karena aku gak bisa ngelanjutin FF itu 😦 Sorry my dearest reader ~

Advertisements

12 thoughts on “[Part 1 of 2] Scandal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s