[Part 2 of 2] Scandal

Scandal

Author : GorgeousJung

Title     : Scandal

Cast     : –   Jessica Jung (Girls’ Generation)

–         Kris Wu (EXO-M)

–         Park Chanyeol (EXO-K)

Genre : Romance

Rating : PG-15

Lenght : Twoshoot

Note     : Do not copy and paste! Please comment after read my  

               fanfic. And Happy Reading ~

 

© 2014

 

 

“Jessica-ssi.. Bisakah kau datang ke kantor sekarang? CEO memanggilmu”

“Ada apa Joongki-ssi? Apakah ada masalah?”

“Sepertinya begitu..”

“Baiklah”

 

Jessica mengerutkan keningnya. Apakah ada masalah dengan film baru itu?

Jessica pun keluar dari apartement-nya dan menuju ke parking area.

 

**

 

“Jessica-ssi.. Dimana managermu?”

“Aku tidak sempat mengabari Wu Manager. Aku langsung kemari setelah Joongki-ssi menghubungiku”

“Hmm.. Kita langsung membahas masalahnya. Kenapa kau mengunggah fotomu dengan managermu itu?”

“Mengunggah foto? Foto apa? Aku tidak mengunggah foto apapun di akun SNS milikku”

 

CEO Management Jessica yang bermarga Kim itu menyodorkan gadgetnya.

Jessica membelalakkan matanya melihat fotonya dan Chanyeol di akun twitternya.

 

“Jadi? Bisa kau jelaskan? Kau telah membuat scandal tanpa ijin dariku”

 

“Aku kehilangan handphoneku kemarin. Aku lupa menaruhnya dimana. Dan di handphone itu ada fotoku dan Chanyeol. Tapi.. Kenapa orang itu tidak mengunggah fotoku dengan Wu Manager?”

 

“Mana aku tahu! Aku bukan orang yang mengunggah fotomu!”

 

 

Yobuseyo?

 

“Jess.. Bisakah kita bertemu sekarang? Di Cafè XXX”

 

Jessica melirik jam dinding di lobby kantornya dengan ekor matanya. “Okay.. 15 menit lagi aku sampai”

 

 

Jessica mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Cafè sederhana yang didominasi warna cokelat itu. Pandangan Jessica berhenti pada lelaki yang melambaikan tangannya ke arah Jessica. Jessica mengernyitkan keningnya ketika ia menyadari bahwa lelaki itu tak sendiri. Namun, Jessica tak ingin membuang-buang waktu berharganya, ia pun segera menghampiri lelaki itu.

 

“Oh? Kris?”

 

Kris menolehkan kepalanya. “Kau mengundang Jessica juga, Chanyeol-ssi?

 

Chanyeol tersenyum simpul dan menganggukkan kepalanya. “Silahkan duduk, Jess”

 

Jessica pun mendudukkan dirinya di sebelah Kris. “Jadi, ada apa ini?”

 

“Tentang foto ki—”

 

“Foto yang kuupload di akun twitterku?” Jessica memotong ucapan Chanyeol.

 

Chanyeol pun mengangguk. “Kau ingin membuat scandal, Jess? Kau tahu? Kau telah membuat kekasihku marah”

 

“Oh.. Aku minta maaf. Tapi bukan aku yang mengupload foto itu. Dan lagipula aku sudah memiliki kekasih. Jadi, apa gunanya membuat scandal denganmu? Jika hanya itu yang ingin kau bahas, aku dan Kris pergi dulu. Dan managementku akan mengadakan press conference besok sore. Jadi kau tak usah khawatir. Ayo Kris”

 

Jessica menarik lengan Kris –sedikit menyeret—dan segera keluar dari Cafè itu.

Jessica menghela nafasnya kasar ketika ia dan Kris sudah berhasil keluar dari Cafè. Kris menatap Jessica aneh.

 

“Siapa kekasihmu yang kau bicarakan tadi?”

 

Jessica mendongakkan kepalanya dan menatap Kris datar. “Molla.. Aku hanya asal bicara”

 

Kris terkekeh kecil “Jadi, Korean hot couple sudah musnah ya?”

 

Jessica mendesis. Gadis itu meninju lengan Kris keras—melampiaskan kekesalannya kepada lengan yang tak bersalah itu—Kris mengaduh.

 

Kris mengelus lengannya yang terasa nyeri. “Ya! Apa yang baru saja kau lakukan?!” Sungut Kris kesal.

 

“Pertanyaan macam apa itu? Jelas-jelas aku baru saja memukul lenganmu”

 

Jessica berjalan santai mendahului Kris. Tiba-tiba gadis itu berhenti di depan kedai es krim. Kris menatap Jessica.

 

“Kau ingin makan es krim?”

 

Jessica mengangguk. Kris menarik lengan Jessica lembut memasuki kedai es krim yang tidak terlalu ramai itu.

 

Kris memesan banana split sedangkan Jessica memesan sundae yang diberi topping whipped cream, crunch waffle, dan sebuah cherry di atasnya.

 

Jessica melahap es krimnya tanpa jeda. Kris menggelengkan kepalanya melihat Jessica yang sedang memakan es krimnya dengan semangat yang membara.

 

Tanpa permisi Kris mengusap sudut bibir Jessica dengan ibu jarinya. Jessica tersentak dan segera menepis tangan Kris.

 

Wae? Aku hanya membersihkan bibirmu. Ada es krim yang tertinggal disana. Kau berpikiran yang aneh-aneh ya?”

 

Seketika wajah Jessica memerah. Jessica pikir, Kris akan menciumnya.

 

Aniyo!” Jessica menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Kris. Kris terkekeh.

 

“Bilang saja kau merindukan ciuman dariku”

 

Jessica mencibir. “Kau yang merindukan bibirku”

 

Kris tersenyum. “Memang. Siapa yang tidak akan ketagihan bila sudah merasakan bibir manis ini hm?” Kris menyentuh bibir Jessica dengan telunjuknya.

 

Jessica menepis tangan Kris—lagi. Gadis itu kembali melanjutkan acara memakan es krimnya.

 

**

 

Jessica menendang bantalnya yang tergeletak di lantai. “Aishh.. Jadi kekasih Chanyeol itu.. Choi Sooyoung? Model sok cantik itu? Cih..”

 

Gadis itu melompat ke kasur empuknya dengan posisi menelungkup.

 

“Choi Sooyoung memang cantik, Sooyeon-ah..”

 

Jessica membalikkan tubuhnya—telentang. “Bagaimana kau bisa masuk ke apartementku?! Dan asal kau tahu.. Aku jauh lebih cantik dari Choi Sooyoung”

 

“Kau lupa? Aku tahu password apartementmu ini, Jung Sooyeon.. Dan asal kau tahu.. Choi Sooyoung jauh lebih tinggi darimu” Kris menyeringai kemudian disusul dengan kekehan kecilnya.

 

Jessica semakin geram. Tinggi badan adalah topik sensitif bagi Jessica. Mengingat tinggi badannya yang jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan manusia-manusia jangkung seperti Kris, Chanyeol dan Choi Sooyoung.

 

Jessica bangkit dari posisi telentangnya. Gadis itu mendekati Kris yang sedang bersandar di pintu kamarnya. “Ya! Keluar! Sebelum aku menendangmu”

 

“Tendang saja jika kau bi—argh! Jess! Kau menendang bagian tubuh berhargaku! Aish..”

 

Kris jatuh terduduk di depan kamar Jessica setelah Jessica menendang ‘properti’ milik Kris. Jessica melambaikan tangannya—mengejek Kris. Detik berikutnya gadis itu menutup pintu kamarnya dengan sedikit membantingnya.

 

**

 

Jessica bangun dari tidurnya dengan malas setelah ia berkali-kali mendengar jam wekernya yang berdering setiap 5 menit. Ia berjalan menuju kamar mandi di dalam kamarnya dengan mata yang masih terpejam.

 

Jessica keluar dari kamar mandi dengan wajah yang berseri. Ia sedang dalam mood yang baik. Karena hari ini managementnya akan menjelaskan tentang fotonya dengan Park Chanyeol. Maka setelah ini ia tidak memiliki masalah lagi dengan aktor menyebalkan itu.

 

Ya! Kris!”

 

Jessica memekik melihat tubuh Kris yang terbaring lemas di depan kamarnya. Ia mengira Kris sudah pulang tadi malam.

 

“Kris! Ireona.. Ya! Tubuhmu menggigil!”

 

Jessica menyentuh kening Kris. Gadis itu menggigit bibir bawahnya. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia tidak pernah merawat orang sakit.

 

Jessica berlari kecil ke kamarnya. Ia meraih handphonenya yang berada di atas nakas. Ia pun mengetik nomor 2 dan menghubungi orang yang ia atur di speed dial nomor 2 itu.

 

 

Eomma! Bagaimana cara merawat orang yang sedang demam?”

 

“Siapa yang sedang sakit, Jessie?”

 

“Kris. Eomma.. Cepat beritahu aku.. Ia sedang menggigil”

 

“Ada obat penurun panas di apartementmu?”

 

“Tidak ada obat apapun disini. Apakah ada cara lain?”

 

“Kau harus mengompresnya dengan air hangat. Tapi itu memakan waktu cukup lama”

 

Gomawo eomma! Annyeong

 

 

Jessica berlari keluar kamarnya. Ia meletakkan lengan kiri Kris di pundaknya. Tangan kanan Jessica memeluk pinggang Kris agar Kris tidak terjatuh. Gadis itu memapah Kris dengan susah payah. Hingga akhirnya Jessica membaringkan Kris di kasurnya.

 

Jessica segera berlari ke dapur dan mengambil mangkuk berukuran sedang dan mengisinya dengan air hangat. Jessica membawa mangkuk itu ke kamar dengan tangan gemetar karena ia terlalu panik. Jessica meletakkan mangkuk itu di nakas.

 

Jessica membuka lemari pakaiannya. Ia mencari handuk kecil yang akan ia gunakan untuk mengompres Kris di laci lemari pakaiannya itu. Setelah ia mendapatkan handuknya, ia duduk di tepi ranjangnya. Ia mencelupkan handuk kecil yang ia ambil tadi ke dalam mangkuk yang sudah ia isi dengan air hangat. Jessica melipat handuk itu dengan rapi.

 

Jessica menyingkirkan rambut Kris yang menghalangi dahi lelaki itu dengan lembut. Jessica pun menempelkan handuk basah itu di dahi Kris. Jessica menatap Kris khawatir. Apakah Kris sakit setelah kutendang kemarin?

 

Jessica menggigit bibir bawahnya lagi. Ia takut akan terjadi sesuatu yang buruk pada Kris. Apakah aku telah melakukan sesuatu yang fatal? Memangnya aku menendangnya di bagian apa?

 

Jessica mengerutkan keningnya. Gadis itu sibuk menduga-duga di bagian mana yang ia tendang kemarin hingga membuat Kris collapse seperti ini. Jessica menghela nafas kecil. Ia tidak bisa menebak hal itu. Jessica mendudukkan tubuhnya di lantai. Jessica masih sibuk menatap wajah pucat Kris.

 

Drrt drrt

 

Jessica menatap handphone Kris yang bergetar di meja riasnya.

 

Song Joongki Calling

 

Jessica menatap ragu handphone Kris. Haruskah aku mengangkatnya? Bagaimana jika Joongki-ssi berpikiran macam-macam tentang aku dan Kris?

 

Setelah cukup lama berargumen dengan dirinya sendiri, Jessica pun memutuskan untuk mengangkat telepon dari Song Joongki asisten CEO managementnya itu.

 

 

Yobuseyo Joongki-ssi.. Mm.. Na-ya. Jessica”

 

“Jessica-ssi? Aku sedang menelepon Wu Manager kan? Aku tidak salah menelepon orang kan?”

 

“Kau tidak salah Joongki-ssi. Wu Manager sedang sakit, jadi aku yang mengangkat teleponmu. Ada berita apalagi Joongki-ssi?

 

“Ah.. Geurae. Tadi CEO sudah menjelaskan tentang fotomu dan Chanyeol-ssi kepada media massa. Beliau menjelaskan bahwa kau dan Chanyeol-ssi hanya berteman dan Chanyeol-ssi telah memiliki kekasih. Beliau juga menjelaskan bahwa handphonemu hilang dan yang mengunggah foto itu bukan Jessica Jung. Jadi masalahmu sudah selesai, Jessica-ssi

 

“Kau tidak lelah bicara panjang lebar seperti itu? Baiklah.. Gomawo Joongki-ssi

 

“Heheheh.. Ne ne.. Annyeong Jessica-ssi

 

Jessica memutuskan sambungan telepon antara dirinya dan asisten CEO managementnya itu.

 

GREP

 

“K..Kris?”

 

Kris menggumam kecil menjawab panggilan Jessica. Lelaki itu masih membenamkan wajahnya di lekukan leher Jessica. Lengannya melingkar di pinggang Jessica. Jessica yang masih terkejut hanya diam tak mencoba untuk memberontak. Lagipula Kris sedang sakit, tidak mungkin Jessica akan memukuli Kris dengan brutal.

 

Gomawo.. Kau telah merawatku. Tapi.. Bisakah kau membuatkanku makanan, Jessica-ssi? Aku lapar”

 

Jessica mendengus. Ternyata Kris akan tetap menyebalkan walaupun lelaki itu sedang tidak sehat.

 

“Ayolah Sooyeonnie.. Aku lapar. Tidakkah kau lapar? Kemarin kita hanya makan es krim”

 

“Baiklah.. Aku akan membuatkanmu makanan. Jangan protes jika makanan buatanku memiliki rasa yang buruk”

 

Kris mengangguk kecil. “Cepat buatkan aku makanan”

 

“Lepaskan dulu pelukanmu Kris!”

 

**

 

Kris menatap kosong nampan berisi dua porsi spaghetti yang dibawa Jessica. “Jess? Kau hanya membuat Spaghetti? Kenapa kau tidak menaburi keju di atasnya?”

 

“Kejuku habis. Kenapa memang kalau hanya spaghetti? Kau tak suka? Fine. Aku akan memakan jatahmu”

 

Kris dengan terpaksa mengambil sepiring berisi spaghetti –yang menurutnya kurang meyakinkan. Kris tidak ingin perutnya meraung-raung karena tak segera diisi.

 

Jessica tersenyum puas menatap Kris yang sedang melahap spaghetti buatannya. “Bagaimana rasanya?”

 

“Terlalu asin”

 

“Kalau begitu, jangan memakannya!”

 

Kris menghentikan acara mengunyahnya. Lelaki itu menatap Jessica sebentar. Lalu ia kembali memakan spaghetti buatan Jessica.

 

“Yaaahh.. Sudah kubilang jangan memakannya”

 

Jessica mencoba mengambil alih piring yang ada di tangan Kris. Namun Kris dengan cepat menepis tangan Jessica dengan lembut.

 

“Seburuk apapun rasa masakanmu. Aku akan tetap memakannya, Jung Sooyeon”

 

Jessica tersenyum kecil dan memasang wajah penuh harap “Kenapa? Karena kau mencintaiku?”

 

“Tidak. Karena aku sedang benar-benar lapar. Aku tidak mau mati kelaparan.”

 

Ekspresi wajah Jessica langsung berubah muram “Tch.. Dasar”

 

Kris terkekeh dan kembali melanjutkan aktivitas melahap spaghetti buatan Jessica.

 

**

 

“Kris.. Kau sudah sembuh kan? Pulang sana. Aku ingin tidur.. Aku sudah mengantuk”

 

“Aku tidak mau pulang. Aku masih pusing, Sooyeon-ah.. Lagipula aku kesepian di apartement kecilku itu”

 

“Kalau begitu tidurlah di sofa, Kris”

 

“Aku tidak mau. Kau tidur saja di sampingku”

 

Jessica menatap Kris tak percaya. Tidur di samping lelaki gila ini? Bagaimana jika ia berbuat macam-macam?

 

Wae? Aku tidak akan berbuat apapun. Cobalah berpikir positif, Sooyeon-ah

 

Wajah Jessica berubah menjadi merah padam. Kris tahu yang ada dipikirannya. Jessica pun dengan perlahan berbaring di samping Kris. Entah kenapa kasurnya terasa sempit saat ini. Padahal kasur ini berukuran queen size.

 

Kris mengubah posisi tidurnya menjadi menghadap Jessica. Jessica menatap Kris bingung. Kris tersenyum. Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica.

 

CUP

 

Kris mencium kening Jessica lembut. “Good night, Jung Sooyeon”

 

Jessica masih diam. Tubuh gadis itu terasa kaku. Apa yang baru saja Kris lakukan? Apakah itu good night kiss?

 

“Eum.. itu good night kiss dariku. Tidur yang nyenyak, Sooyeon-ah. Jangan lupa mimpikan aku..”

 

Kris membalikkan tubuhnya. Ia membelakangi Jessica sekarang. Jessica menatap punggung Kris. Perlahan gadis itu mengulas senyum manis di bibirnya. Entah kenapa ia merasa senang setelah mendapat ciuman selamat malam dari Kris. Jessica perlahan mulai memasuki alam mimpinya.

 

**

 

“Jessica-ssi.. kau tak berniat memiliki kekasih? Media sudah menanyakan hal ini sejak lama. Lagipula umurmu sudah cukup matang”

 

“A.. Ah.. Saya..”

 

Kris menyela Jessica yang terlihat sangat gugup itu. “Kim sajangnim.. Jessica-ssi memang sudah memiliki kekasih”

 

“Woah.. benarkah? Lalu siapa kekasihnya? Kenapa kau tak memberitahuku tentang berita ini sejak dulu?”

 

Melihat tanggapan CEO management Jessica yang terlihat antusias, Kris pun tersenyum kecil.

 

“Saya adalah kekasih Jessica Jung”

 

 

 

 

 

END

 

Besok ulang tahunku hehehe Jadi, aku bikin drabble before story-nya FF ini ^^ Who’s excited? Gaada ya? Oh oke -_- Sorry, kalo lama.. Sebenernya aku mau post ini hari minggu kemarin. Tapi aku sakit.. Jadi aku tunda deh huhu T_T

Advertisements

8 thoughts on “[Part 2 of 2] Scandal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s