[Oneshot] In Love with You

ILWY

Author : GorgeousJung

Title     : In Love with You

Cast     : –   Jessica Jung (Girls’ Generation)

–         Kris Wu (EXO-M)

Genre : Romance, Fluff

Rating : PG-15

Lenght : Oneshot

Note   : Long time no see ‘-‘ I made a come back before exam -_- Ya… ujian akhir semester sudah di depan mata, tapi aku malah bikin FF ._. Gatau deh dapet inspirasi dari mana. Makasih buat lagu SNSD Everyday Love yang sudah menemani saya nulis FF aneh ini :’D

 

Do not copy and paste! Please comment after read my fanfic. And Happy Reading ~

 

© 2014

 

“Jess.. Kau masih mau disini? Ini sudah larut malam. Besok kita ada jadwal kuliah”

 

“Pulanglah.. Aku hik.. masih ingin di—huekk”

 

“Bagaimana bisa aku meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini eoh?”

 

Im Yoona. Nama gadis cantik yang sedang memapah temannya yang sedang dilanda stress berat ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Oh tidak.. Gadis ini terlalu banyak mengkonsumsi Soondae –sejenis sosis babi— dan Soju.

 

“Yoong.. Kenapa Luhan memilih berpacaran dengan Seohyun? Ah waeeee? Apa bagusnya wanita itu eoh? Ak—huekk”

 

“Lanjutkan dulu acara muntahmu nona Jung. Aku akan menelepon Taxi

 

Jessica Jung. Gadis itu tak peduli dengan apa yang dikatakan Yoona. Ia sibuk menangis. Ia tidak bisa menahan rasa sakit dan sesak di dadanya ketika ia melihat lelaki yang dicintainya sejak lama bercumbu dengan Seohyun.

 

Jessica memutuskan untuk keluar dari kamar mandi tanpa menunggu Yoona yang entah menghilang kemana. Jessica berjalan keluar dari kamar mandi dengan kepala menunduk. Kepalanya masih sedikit pusing. Rasanya lantai yang dipijakinya sekarang sedang berputar-putar.

 

BRUK

 

**

 

“Eungh”

 

Gadis bertubuh mungil itu memegang kepalanya yang terasa sakit. Oh.. Seharusnya ia menuruti Yoona. Yoona sudah melarangnya untuk meminum soju karena sebenarnya ia tidak bisa meminum minuman keras itu.

 

“Oh? Sudah bangun?”

 

Jessica menolehkan kepalanya ke sisi kanannya. Matanya masih buram. Gadis itu pun mengucek kedua matanya agar penglihatannya kembali normal. Detik berikutnya, kedua mata gadis itu terbelalak lebar.

 

Ya! Kau siapa?! Dasar cabul! Pergi kau!”

 

Jessica melemparkan bantal dan guling yang berserakan di tempat tidurnya. Bagaimana bisa ada pria tak dikenal di kamarnya? Pria itu bahkan hanya menggunakan bathrobe.

 

Ya! Ya! Ya! Harusnya kau berterima kasih padaku karena aku mau menampungmu walaupun hanya semalam. Dasar bodoh! Kau yang harus segera pergi. Ini kamarku nona”

 

“N..Ne? Kamarmu?” Jessica mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar yang tak terlalu besar itu. Benar saja. Kamar itu rasanya memang bukan kamarnya. Ia tidak merasa pernah melihat ruangan ini sebelumnya.

 

“Bagaimana bisa aku disini?” Jessica memandang pria berambut cokelat gelap itu dengan pandangan bingung. Seingatnya semalam ia sedang berada di kamar mandi bersama Yoona.

 

“Kau pingsan di depan kamar mandi wanita. Tidak ada yang mengenalmu. Dan tidak ada yang mau membantumu” Pria itu mengambil beberapa baju di laci lemari kayunya.

 

“Mandilah.. Setelah itu ganti pakaianmu dengan itu. Maaf jika terlalu besar. Aku tidak punya pakaian wanita.” Pria itu melempar t-shirt berwarna putih polos dan celana training panjang berwarna hitam.

 

“Bolehkah aku meminjam handukmu?” Jessica bertanya dengan kikuk.

 

“Aku sudah menyiapkan peralatan mandimu di kamar mandi. Ada di dekat wastafel”

 

Kamsahamnida

 

Pria itu hanya mengangguk kecil sebagai jawaban dari pertanyaan gadis di hadapannya. Pria itu melangkahkan kakinya ke balkon. Ia sedang ingin menikmati udara pagi disertai dengan kicauan burung yang indah.

 

 

“Sudah selesai?”

 

Jessica mengangguk pelan. Ia masih merasa canggung dengan pria itu. Jessica menyesal telah menuduhnya pria cabul. Ah.. memalukan.

 

“Duduklah di sampingku” Pria itu menepuk-nepuk tempat di sebelahnya.

 

Jessica menurut. Ia tak tahu harus mengatakan apa kepada pria yang telah berbaik hati padanya. Jessica menyandarkan punggungnya di sandaran kursi panjang di balkon kamar pria itu. Sesekali Jessica melirik pria yang sedang memejamkan matanya di sebelahnya itu. Pria itu sudah berganti baju. Sekarang ia sedang mengenakan kaos v-neck berwarna putih dipadukan dengan celana pendek berwarna cokelat tua. Kalau dilihat-lihat pria ini tampan juga..

 

“Aku tahu aku tampan.. Sampai kau menatapku seperti itu.” Pria itu terkekeh kecil setelah berhasil memergoki Jessica yang sedang asyik menatap wajahnya.

 

“A..aku tidak menatapmu” Jessica menatap ke arah lain. Menyembunyikan wajah merahnya. Pria itu kembali terkekeh.

 

“Wu Yi Fan.. Kau bisa memanggilku Kris” Pria yang diketahui Jessica bernama Wu Yi Fan itu mengulurkan tangannya.

 

Jessica menjabat tangan halus Kris. “Jung Sooyeon. Tapi lebih dikenal dengan Jessica Jung”

 

Bangapta Sica-ya” Kris tersenyum hingga membuat Jessica terpaku melihat senyum indah di bibir sensual milik Kris.

 

“Sudah kubilang. Aku memang tampan” Kris tersenyum bangga. Sedangkan Jessica hanya mendengus pelan. Jessica bisa menyimpulkan bahwa pria ini adalah orang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

 

“Mau kuantar pulang?”

 

“Apakah itu tidak apa-apa? Aku takut merepotkanmu” Jessica mengikuti langkah Kris yang masuk ke dalam kamar.

 

“Aku akan ke rumah temanku. Jadi kau tidak merepotkan. Bagaimana?” Kris menatap Jessica yang sedang menimbang-nimbang.

 

“Baiklah..”

 

**

 

Gomawo, Yifan..” Jessica tersenyum sambil melambaikan tangannya. Kris membalas senyum Jessica lalu ia kembali melajukan mobilnya.

 

Jessica memasuki rumah kontrakan kecil miliknya. Ia mengambil handphonenya yang semalam memang sengaja tak ia bawa ke klub malam.

 

 

48 Missed Calls. 18 Messages. 1 Voice Mail.

 

 

Jessica mengscroll down pesan singkat yang diterimanya. Semua dari Yoona. Dan kesimpulan yang ia dapatkan adalah Yoona sedang mengkhawatirkannya dan menanyakan dimana ia sekarang.

 

Jessica beralih membuka missed calls. Lagi-lagi dari Yoona. Wanita ini sudah gila. Jessica membuka Voice Mailnya. Ia yakin ini juga dari Yoona.

 

YA!!! JESSICA JUNG! KAU DIMANA?! ANGKAT TELEPONNYA BODOH!!”

 

Jessica segera menonaktifkan loudspeaker handphonenya. Teriakan Yoona benar-benar mengejutkannya. Sepertinya sahabatnya itu benar-benar marah.

 

Jessica segera menghubungi Yoona. Setelah menunggu beberapa detik, akhirnya Yoona mengangkat teleponnya.

 

Yobuseyo? Hoaaahm”

 

Jessica memutar matanya. Dasar rusa pemalas. “Yoong.. Na-ya

 

Nugu? Oh? JESSICA! DARI MANA SAJA KAU HAH?!”

 

Jessica menjauhkan telinganya dari speaker handphonenya. Lagi-lagi telinganya harus menjadi korban teriakan Yoona. Jessica menghela nafasnya. Dan ia mulai bercerita apa saja yang terjadi pada dirinya tadi pagi.

 

“Apakah si Kris itu adalah lelaki yang ditakdirkan untukmu, Jess? Ah.. Dari caramu mendeskripsikan Kris, aku tahu kau pasti tertarik padanya. Akhirnya Jung Sooyeon menemukan pangerannya”

 

“Dasar bodoh. Aku tidak tertarik padanya. Aku hanya membicarakan fakta. Dia memang cukup tampan.”

 

“Kapan-kapan jika kau akan menemuinya, ajak aku okay? Sepertinya kau memang tak tertarik dengannya. Jadi lebih baik Kris itu untukku hahaha”

 

“Ish.. Dasar genit. Aku tak akan membiarkanmu bertemu dengan Kris.”

 

“Itu artinya kau tertarik padanya Jessica Jung. Arasseo.. Aku tidak akan merebut pujaan ha—”

 

Bye yoong. See you tomorrow. Katakan pada dosen kita, aku ijin okay? Gomawooo

 

Jessica memutus sambungan teleponnya. Ia sedang tidak mood untuk mendengar celotehan tak jelas dari mulut Yoona. Jessica butuh istirahat saat ini. Ia merasa sangat lelah.

 

Jessica membaringkan tubuhnya di kasur miliknya yang hanya cukup untuk digunakan satu orang. Jessica mencoba memejamkan matanya. Namun ketika ia memejamkan matanya, wajah Kris tiba-tiba muncul. Jessica kembali membuka matanya lebar-lebar. Oh tidak.. Ia tak ingin jatuh ke dalam pesona pria jangkung itu.

 

Jessica mendesah frustasi. Akhirnya ia kembali memejamkan matanya. Memaksa alat penglihatannya untuk beristirahat. Kali ini ia tidak memperdulikan Kris yang ada di penglihatannya ketika ia terpejam. Jessica hanya ingin tidur untuk saat ini.

 

**

 

Dua gadis cantik sedang berjalan bergandengan tangan di taman kampus mereka. Keduanya baru saja selesai mengikuti kuis. Jessica berjalan dengan kepala tertunduk lesu. Ia sedang dalam mood yang buruk hari ini. Karena Kris selalu menghantui dirinya. Baik saat ia melamun, maupun di dalam bunga tidurnya. Jujur saja, itu membuat Jessica cukup frustasi. Bagaimana bisa pria yang baru saja dikenalnya bisa seenaknya masuk ke dalam pikirannya?

 

“Jess.. Kau mau menemaniku ke toko buku? Ada buku yang harus kubeli secepatnya”

 

“Mmm.. Tapi traktir aku ice cream. Bagaimana? Setuju?”

 

“Haaahh.. Baiklah. Aku sedang berbaik hati hari ini. Lagipula kau harus segera memperbaiki moodmu. Aku tidak nyaman dengan kau yang pendiam seperti ini”

 

Jessica tersenyum senang. Sepertinya ice cream akan membantu memperbaiki moodnya.

 

 

Green Tea Sundae satu. Vanilla Red Bean satu. Banana Split satu. Untuk Banana Split, bisakah ditambahkan choco chips?”

 

“Bisa. Ada biaya tambahan 500 won untuk menambah topping.” pelayan cantik itu tersenyum ramah.

 

“Baiklah” Jessica membalas senyum pelayan itu sebelum pelayan itu pergi.

 

Yoona menatap Jessica dengan pandangan yang menurut Jessica aneh.

 

“Ada apa? Apa ada sesuatu di wajahku? Penampilanku tidak rapi ya?” Jessica mengambil cermin yang ada di dalam tasnya. Gadis itu merapikan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan akibat hembusan angis sore yang cukup kencang.

 

“Tidak. Itu akan kau makan semua?”

 

“Apanya? Ice cream? Tentu saja. Oh! Yoong. Kau tidak pesan ice cream?

 

“Tidak tidak. Perutku sudah tidak muat menampung ice cream. Kau benar-benar badmood ya? Sampai memesan ice cream sebanyak itu. Aish.. seharusnya aku tidak menyetujui tawaranmu”

 

“Aku memang sedang badmood yoong. Kau tahu apa yang membuatku badmood? Kris! Bagaimana bisa pria itu ada di dalam mimpiku? Setiap aku memejamkan mataku… Ah! Aku sudah gila!” Jessica menunduk lesu.

 

Yoona memainkan handphonenya “Kau benar-benar tertarik padanya, Jess?”

 

“Kalau begitu nyatakan perasaanmu padanya sica-ya!”

 

Jessica segera mendongakkan kepalanya. “Oh astaga!”

 

Jessica memegang dadanya. Sedangkan Yoona membelalakkan matanya kaget. Kris tiba-tiba sudah duduk dengan nyamannya disamping Jessica. “Siapa pria ini? Sejak kapan dia ada disini?”

 

Jessica mengabaikan pertanyaan Yoona. “Ya! Apa yang kau lakukan disini? Kau menguntitku ya?”

 

“Jangan terlalu percaya diri nona Jung. Aku baru saja masuk di kedai ini. Dan aku melihatmu sedang berceloteh tak jelas. Karena aku merindukanmu, jadi aku menghampirimu”

 

“Hentikan gombalan basimu itu tuan Wu. Apa pula maksud ‘Kalau begitu nyatakan perasaanmu padanya sica-ya’ hah?”

 

“Kudengar kau selalu memimpikan seorang pria. Biarkan aku menebak.. Pasti kau menyukai pria itu. Maka dari itu, aku menyuruhmu untuk menyatakan perasaanmu padanya”

 

“Kau tidak tahu siapa pria yang sedang kubicarakan dengan Yoona kan?”

 

Kris menggeleng polos. Jessica menghembuskan nafasnya lega. Jessica mengalihkan pandangannya ke arah Yoona yang sedang menatapnya dan Kris secara bergantian dengan ekspresi bingung.

 

“Yoong.. Ini Wu Yi Fan. Biasa dipanggil Kris. Yifan.. Ini Im Yoona. Panggil saja Yoona”

 

“Kris Wu” Kris memasang gummy smilenya. Yoona membalas senyum Kris sekilas dengan kikuk.

 

“Jadi ini ya yang bernama Kris Wu? Jessica sering sekali menceritakanmu.”

 

Ya. Jangan berbohong. Aku hanya menceritakan pria ini saat aku baru saja pulang hari itu.”

 

Yoona tersenyum polos. “Jessica bilang kau tampan sekali. Ternyata memang benar. Kukira ia hanya mengada-ada”

 

“Oh? Kau bilang aku tampan? Kau menyukai—”

 

Green tea Sundae, Vanilla Red Bean, Banana Split dengan tambahan choco chips. Selamat menikmati”

 

Jessica tersenyum kepada pelayan yang baru saja mengantarkan ice cream pesanannya. Jessica memandang tiga mangkuk ice cream di depannya dengan mata yang berbinar-binar.

 

“Kau yakin akan memakan semua ini?” Yoona memandang Jessica ragu.

 

Jessica mengangguk semangat. Ia benar-benar ingin memakan ice cream saat ini. Kris memandang Jessica aneh.

 

“Semua ice cream ini hanya untukmu?”

 

Jessica mengangguk dengan wajah innocentnya. Kris terperangah melihat Jessica yang sudah memakan Banana Splitnya dengan lahap.

 

“Jess.. Aku pulang dulu okay? Bibiku sudah menyuruhku untuk pulang. Lagipula ada Kris yang menemanimu.”

 

Okay. See you tomorrow yoong.. Call me later

 

Yoona mengangguk. Lalu tersenyum ke arah Kris dan dengan cepat gadis itu sudah hilang dari pandangan Kris dan Jessica.

 

“Sica-ya.. Suapi aku”

 

No no no no. Ice cream ini milikku.”

 

“Kau pelit sekali. Suapi aku satu sendok saja. Ayolaaaah”

 

Jessica akhirnya menyuapkan sesendok ice cream ke mulut Kris. Kris tersenyum senang. “Gomawo Sic—”

 

“Kris? Sedang apa kau disini?”

 

Kris mendongakkan kepalanya. “Oh? Taeyeon?”

 

“Sebentar lagi kita akan menikah! Kenapa kau malah berselingkuh hah?”

 

“Apa maksudmu? Aku tidak berselingkuh!”

 

Jessica menatap pasangan di depannya yang sedang beradu argumen. Menikah?

 

“Kris-ssi.. Aku pamit dulu”

 

Jessica beranjak dari tempat duduknya. Kris menatap Jessica bingung. Sekilas Kris melihat ekspresi Jessica yang menurutnya sulit untuk dideskripsikan.

 

**

 

“Yoong.. Aku harus bagaimana?”

 

Yoona menatap Jessica sedih. Jessica baru saja berhasil melupakan Luhan, tetapi ia harus menghadapi kenyataan yang lebih menyakitkan. Kris akan menikah dengan wanita yang kalau ia tidak salah dengar bernama Taeyeon.

 

“Lupakan dia. Kau mau kukenalkan dengan temanku? Dia cukup tampan. Dia teman dekatku di SMA. Dia tipe pria yang setia. Kau mau?”

 

Blind Date huh? Tidak ada salahnya untuk mencoba”

 

Jessica mencoba tersenyum. Walaupun rasanya sulit sekali melengkungkan bibirnya ke atas.

 

 

“Kau.. Jessica Jung?”

 

Jessica mendongakkan kepalanya menatap seseorang yang menghampiri mejanya.

 

“Oh.. Iya”

 

“Aku Byun Baekhyun. Senang bertemu denganmu, Jess” Pria yang bernama Baekhyun itu tersenyum. Jessica membalas senyumnya. Jessica mempersilahkan Baekhyun untuk duduk di kursi di depannya. Ia mencoba untuk menyamankan dirinya. Ia merasa canggung dengan orang yang baru dikenalnya.

 

“Kau mau jalan-jalan Jess?”

 

Jessica berpikir sebentar. “Boleh juga”

 

Baekhyun tersenyum. Ia berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Jessica. Jessica menatap ragu tangan Baekhyun. Akhirnya Jessica menautkan tangannya dengan tangan Baekhyun. Baekhyun kembali tersenyum. Jessica menatap Baekhyun. Bisakah aku melupakan pria itu?

 

“Baekhyun-ssi. Aku ingin duduk disini”

 

Baekhyun dan Jessica pun akhirnya duduk di bawah pohon di tepi Sungai Han. Angin sore berhembus pelan. Meniup helai-helai rambut indah Jessica. Baekhyun menatap Jessica yang sedang memandang Sungai Han. Gadis itu cantik sekali.

 

Dahi mulusnya. Mata indahnya yang berbinar-binar. Pipi tirusnya. Hidung mungil namun mancung miliknya. Bibir tipis yang merah alami. Bahkan saat ini ia jauh lebih cantik dari sebelumnya. Gadis itu bermandikan sinar matahari sore yang membuat auranya lebih memikat. Baekhyun sudah benar-benar jatuh ke dalam pesona gadis itu. Tidak salah ia menerima tawaran blind date yang diatur oleh Yoona.

 

Jessica mengalihkan pandangannya ke tangan Baekhyun. Jessica menyentuh tangan itu pelan. Baekhyun tersentak. Perutnya terasa aneh saat tangan halus Jessica menyentuh tangannya.

 

“Boleh kupinjam tanganmu sebentar?”

 

Baekhyun mengangguk kecil. Ia terus menatap Jessica yang masih sibuk memandangi tangannya. Jessica memegang tangannya. Menaruhnya di paha gadis itu. Jessica menelusuri jemari Baekhyun dengan telunjuknya.

 

“Jari-jarimu bagus. Bahkan jauh lebih bagus dari milikku”

 

Baekhyun tertawa pelan. “Oh astaga.. Jadi kau sedang terpesona dengan jari-jariku?”

 

Jessica mengerucutkan bibirnya. “Ish.. Apa salahnya aku terpesona dengan jarimu eoh? Jarimu memang bagus. Kalau aku ulang tahun, tolong berikan aku jarimu. Tak perlu membeli kado yang mahal”

 

“Jadi aku harus memotong jariku begitu? Tidak bisa. Ini harta paling berharga milikku”

 

“Pelit sekali.”

 

“Kau bisa memandangi jariku sepuasmu kalau kita sudah menikah nanti Jess..”

 

Jessica terdiam. Kata ‘menikah’ membuatnya kembali teringat dengan Kris. Aish.. Sampai kapan pria itu akan bersarang di otakku?

 

“Jess?”

 

“Ah ada apa?”

 

Baekhyun menghembuskan nafasnya pelan. “Kau melamun”

 

“Maafkan aku Baekhyun-ssi” Jessica menundukkan kepalanya. Ia telah mengecewakan Baekhyun.

 

“Jangan panggil aku dengan embel-embel ‘ssi’. Aku tidak nyaman dengan panggilan yang formal seperti itu.”

 

“Mmm.. Baekhyunie?”

 

“Ahahahaha kau membuatku malu. Aku suka panggilan itu!”

 

Jessica terkekeh. Ia merasa Baekhyun berhasil membuatnya sedikit tertarik. “Baekhyunie.. Aku ingin tidur”

 

“Kau ingin pulang?”

 

Jessica mengangguk sembari menguap kecil. Baekhyun berdiri. Jessica pun ikut berdiri. Gadis itu menggenggam tangan Baekhyun. Menyelipkan jari-jarinya di sela-sela jari Baekhyun. Baekhyun tersenyum kecil. Gadis ini sungguh manis.

 

**

 

“Jessica!”

 

Jessica mengucek matanya. Jessica melirik jam weker di nakasnya. Pukul 8 pagi. Siapa yang bertamu di pagi buta seperti ini? Ini adalah pagi buta versi Jessica.

 

Jessica berjalan gontai menuju pintu rumahnya. Jessica membuka pintunya pelan.

 

Ya! Kau baru bangun?”

 

Jessica membuka matanya lebar-lebar. Ada urusan apa pria ini di rumahku? Kris datang ke rumahnya!

 

“Mau apa kau kesini? Kau mau mencari masalah ya? Pulanglah sebelum Taeyeon datang untuk menjemputmu.”

 

“Jessica.. Kau salah paham! Taeyeon hanya bercanda! Astaga wanita itu sungguh menyebalkan. Dia sedang menjalankan hukumannya karena ia sedang bermain Truth or Dare. Aku. Tidak. Memiliki. Kekasih. Kau mengerti?”

 

“Kau… Apa?”

 

“Aku menyukaimu.”

 

Jessica menggembungkan pipinya. “Kau tidak romantis. Kau tidak seharusnya menyatakan perasaanmu di keadaan yang seperti ini.”

 

Kris tertawa. “Aku tidak boleh menyatakan perasaanku di keadaan dimana kau baru bangun tidur ya?”

 

“Menyebalkan.”

 

“Jadi bagaimana Sica-ya?”

 

Jessica menatap Kris ragu. Ia sangat ingin mengatakan ‘aku juga menyukaimu’. Tetapi bagaimana dengan Baekhyun? Ia tidak mungkin dengan gampangnya mencampakkan Baekhyun. Pria itu sangat baik. Ia tidak tega jika harus meninggalkan Baekhyun begitu saja.

 

“Kris.. Aku tidak bisa”

 

Pandangan Kris yang tadinya penuh semangat, sekarang berubah menjadi pandangan kecewa. “Kenapa Sic?”

 

Jessica menceritakan apa saja yang terjadi setelah ia berpamitan dengan Kris hari itu. Ia juga menceritakan betapa baiknya Baekhyun. Sebenarnya Kris sudah menahan amarahnya ketika Jessica menceritakan segala hal yang berkaitan dengan partner blind datenya itu. Tapi ia tidak sanggup menghentikan cerita Jessica. Ia cukup penasaran dengan apa yang terjadi dengan gadis itu setelah kejadian di kedai ice cream.

 

“Aku akan memberimu waktu nona Jung. Pikirkan baik-baik.”

 

Kris meninggalkan Jessica yang berdiri kaku di depan pintu rumahnya. Jessica menghembuskan nafasnya berat. Ia harus berkonsultasi dengan Yoona.

 

 

“Yoong.. Bagaimana iniiii?”

 

“Haish.. Kenapa Kris tidak menjelaskannya ketika kau berpamitan dengannya di kedai ice cream? Kalau kau memilih Kris, bagaimana dengan Baekhyun? Padahal aku sudah berusaha untuk meyakinkan pria itu untuk menyetujui blind date yang kuatur. Apa yang harus kukatakan kepada Baekhyun?”

 

“Kau sungguh tak membantu! Aku juga bingung. Harusnya kau memberikan saran untukku. Bukannya ikut bingung seperti ini”

 

“Aku tidak memiliki saran yang baik untukmu Jess. Kau yang menjalaninya. Ini hidupmu. Kau harus memilih salah satunya dengan resiko menyakiti pria yang tidak kau pilih.”

 

“Baiklah.. Aku akan memikirkannya”

 

**

 

“Baekhyunnie.. Aku ingin membicarakan sesuatu. Ini…. cukup serius”

 

“Baiklah.. Silahkan” Baekhyun meneguk ludahnya dengan berat ketika ia melihat Jessica yang sedang gugup. Ia memiliki firasat buruk.

 

“Maaf, aku tidak bisa meneruskan kencan buta ini”

 

Baekhyun tersentak. Ia ingin mengeluarkan suaranya, namun ia merasa ada yang mengganjal di tenggorokannya.

 

“K..kenapa, Jess?”

 

Jessica menggenggam kedua tangan Baekhyun. “Aku mencintai pria lain. Maaf telah menjadikanmu pelarianku beberapa hari ini. Aku tidak bisa melupakan pria itu. Apalagi setelah pria itu menyatakan perasaannya kepadaku kemarin. Maafkan aku Baekhyunie..”

 

Baekhyun tersenyum. “Aku mengerti. Jangan meminta maaf padaku. Raihlah kebahagiaanmu. Aku bahagia jika kau bahagia, Jess”

 

Jessica ikut mengembangkan senyumnya. Jessica melepas genggamannya. Detik berikutnya, ia sudah memeluk tubuh tegap Baekhyun.

 

Let’s be a good friend, Baekhyunie. You’re a kind guy. Hope you’ll get a better girl.”

 

Baekhyun tersenyum lembut walaupun hatinya terasa sakit. Ia membalas pelukan Jessica. Ia menahan air matanya. Ia tidak mau Jessica merasa bersalah terhadap dirinya. “Take a good care of yourself. Don’t forget to invite me when you’re get married

 

Jessica terkekeh sambil melepas pelukannya. “Aku tidak akan pernah lupa. Aku pamit dulu Baekhyunie”

 

**

 

Jessica menghembuskan nafasnya pelan. Telunjuknya menyentuh bel apartemen dengan hati-hati. Namun, ia tak sanggup menekan tombol itu. Ia gugup. Bagaimana jika Kris telah berubah pikiran? Bagaimana jika Kris telah bersama wanita lain? Bagaimana jika Kris berbohong kemarin?

 

Berbagai dugaan negatif berputar-putar di otak Jessica. Akhirnya Jessica memutuskan untuk menekan bel apartemen Kris. Apakah Kris sudah tidur? Ini sudah cukup malam.

 

 

TING TONG

 

 

Jessica tersentak. Kris mengenakan kaos v-neck yang dulu dipakainya ketika ia menumpang di apartemen Kris. Namun kali ini ia mengenakan celana pendek berwarna hitam. Rambut pria itu masih basah membuat ia terlihat jauh lebih menggoda. Bulir-bulir air jatuh dari rambutnya, turun ke lehernya, lalu ke dadanya, kemudian membasahi kaos putihnya.

 

“Jessica? Ada apa malam-malam kemari? Ada masalah?”

 

Jessica tersenyum kecil. Tiba-tiba ia melompat masuk ke pelukan Kris. “I love you

 

Kris mengembangkan senyum hangatnya. “Jadi, kau berkunjung ke apartemenku hanya untuk mengatakan itu?”

 

Jessica mengerucutkan bibirnya. “Aku mengumpulkan keberanianku untuk mengatakan kalimat itu, tapi kau hanya menjawabnya dengan itu?”

 

Kris mengusap-usap kepala Jessica sembari tersenyum lebar. “I love you too

 

Kris menutup pintu apartemennya. “Bisakah kau membantuku mengeringkan rambutku?”

 

Jessica mengangguk kecil. Kris menyerahkan handuk kecil kepada Jessica. Kris duduk di sisi kanan kasur king size miliknya. Jessica mendudukkan dirinya di kasur itu juga. Ia meluruskan kakinya. Tanpa Jessica duga, Kris meletakkan kepalanya di paha Jessica.

 

“Biarkan seperti ini”

 

Jessica menjawab ucapan Kris dengan gumaman kecil. Ia mulai mengusak-usak pelan rambut Kris dengan handuk kecil yang tadi Kris berikan. Jessica memberi sedikit pijatan di kepala Kris. Tak lama, rambut Kris sudah kering.

 

“Yifan. Sudah selesai”

 

Kris tak segera membuka matanya. Kris tertidur. Bahkan terdengar dengkuran halus dari mulutnya.

 

“Yifan..”

 

Jessica memanggil Kris sekali lagi. Namun, Kris malah memiringkan posisi tidurnya menjadi menghadap perut Jessica. Lengan Kris memeluk erat pinggang Jessica. Hidung mancung Kris menggelitik perut datar Jessica.

 

Jessica tersenyum lembut. Wajah Kris saat ini membuatnya gemas. Wajah polos Kris sangat imut menurut Jessica.

 

“Yifan bangunlah.. Aku sudah mulai pegal”

 

Kris membuka matanya pelan. Ia menguap kecil. Kris mengubah posisinya lagi. Kepalanya sudah ditumpu oleh bantal bukan paha Jessica lagi. Jessica hendak berdiri untuk mengambil air minum, namun Kris menarik pergelangan tangan gadis itu hingga membuat Jessica ikut terbaring di kasur.

 

Kris menarik pinggang Jessica mendekat. Kemudian ia memeluk Jessica erat. Kris mencium kening Jessica lembut. “Sleep well.. Have a nice dream

 

Jessica menempelkan pipinya di dada bidang Kris. Menikmati suara detak jantung Kris yang ditakdirkan hanya berdegup untuknya. Kehangatan tubuh Kris membuat Jessica perlahan memasuki alam bawah sadarnya. Merajut mimpi indah di dalam pelukan hangat kekasih hatinya. Kris Wu.

 

END

 

Sorry.. I can’t make a better ending T_T Bingung mau bikin endingnya gimana. Jadinya gaje gini deh ;_; Jujur aja, mood lagi gabagus banget sejak berita tentang kasus Kris. Jadi maaf banget baru bisa update sekarang 😦

Advertisements

3 thoughts on “[Oneshot] In Love with You

  1. kyaaaaaaaa aku suka sekaliii huweeeee :3:3:3:3 aku pikir kris beneran mw married sm taeyeon 😦 eh gataunya cm tod wkwkwkwk. sukasukasuka :3 nice ending kok thor ^^

  2. Ceritanya bagus kok. 🙂
    dari pertemuan singkat KrisSica bsa langsung jatuh cinta. Aku kaget saat taeyeon datang blang kalo dia mau menikah sama kris oppa eh trnya gak benar, Sica eonni terlanjur kencan sma baekhyun oppa lagi… Syukur Baekhyun mau ngerelain Sica eonni…
    Scane terakhir so sweet…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s