[Oneshot] Love at First Fight

LAFF

 

Author : GorgeousJung

Title     : Love at First Fight

Cast     : –   Jessica Jung (Girls’ Generation)

  • Kris Wu (EXO-M)

Genre : Fluff, Romance

Rating : PG-13

Lenght : Chapter

Note     : It’s not love at first sight, okay? Hahaha Hope you like this weird FF ~

 

Do not copy and paste! Please comment after read my fanfic. And Happy Reading ~

 

© 2014

 

Bye, Jinri-ya! Call me later

 

Okay eonni!”

 

Seorang gadis yang masih mengenakan seragam Judo atau biasa disebut Judogi itu berjalan menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.

 

Gadis itu melepas ikat pinggang berwarna hitam dengan garis putih yang memanjang di bagian tengah ikat pinggangnya itu. Gadis itu tersenyum bangga. Ia telah mencapai dan kesepuluh—tingkatan teratas Judo—beberapa hari yang lalu. Dan itu membuat pemain Judo atau Judoka yang lain semakin menghormatinya.

 

Gadis itu melepas Judoginya. Namun, sebuah pekikan kecil membuatnya terkejut. Pekikan itu berasal dari seorang pria yang berdiri di tengah pintu kamar mandi dengan mata melotot.

 

Gadis itu me segera memakai kembali Judoginya. Kemudian menghampiri pria jangkung yang masih terpatung di tengah pintu. Gadis itu menendang selakangan pria itu hingga pria itu jatuh tersungkur keluar kamar mandi.

 

“Pria cabul! Berani sekali kau masuk ke kamar mandi wanita. Dasar otak mesum!”

 

Pria yang masih menahan rasa sakit yang teramat sangat di selakangannya itu terkejut melihat betapa galaknya gadis yang berdiri di depannya.

 

“Nona. Aku hanya bertanya di mana lokasi aula kampus ini. Aku tidak bermaksud mengintipmu”

 

“Kau pikir aku percaya? Aku tidak sebodoh wanita-wanita lain yang pernah kau intip. Pergi sana!”

 

Gadis itu kembali masuk ke kamar mandi meninggalkan pria tadi sendiri di depan pintu kamar mandi yang telah tertutup.

 

 

 

 

“Jessica Eonni! Aku ingin memperkenalkanmu dengan sepupuku yang berasal dari China. Dia seorang aktor sekaligus penyanyi. Siapa tahu eonni tertarik padanya”

 

Gadis yang dipanggil Jessica tadi memutar bola matanya kesal. Jinri selalu berusaha mengatur kencan buta untuknya. Padahal ia belum ingin memiliki kekasih. Ia ingin fokus dengan kuliah dan pelatihan bela dirinya.

 

“Oh! Itu dia eonni!

 

Seorang pria bertinggi badan melebihi 6 kaki itu melambaikan tangannya ke arah Jinri yang sedang duduk berdua dengan temannya di restoran Italia.

 

Jessica menyipitkan matanya berusaha memfokuskan penglihatannya pada pria yang menurut penuturan Jinri adalah seorang aktor terkenal yang memilik suara emas.

 

“Jinri-ya! Aigoo.. I miss you, my lil sis

 

Pria itu memeluk Jinri erat. Jinri pun membalas pelukan pria itu tak kalah erat. Keduanya saling melepas rindu hingga melupakan Jessica yang masih mencoba mengingat-ingat pria yang terasa familiar di matanya.

 

I miss you too, Yifan Gege.. Ah! Aku kemari bersama teman dekatku. Jessica Jung”

 

Yifan melepas pelukannya pada Jinri kemudian menatap gadis yang duduk tenang di kursi besi restoran yang mereka kunjungi. Yifan membelalakkan matanya lebar-lebar.

 

“Kau mahasiswi gila yang menendangku tadi kan?”

 

Jessica membelalakkan matanya saat sepupu Jinri menunjuk-nunjukkan telunjuknya tepat di depan wajah Jessica.

 

“Kau! Pria cabul! Otak mesum! Apa yang kau lakukan disini huh?!”

 

“Ya! Aku sepupu Choi Jinri. Aku yang seharusnya bertanya apa yang kau lakukan disini!”

 

“Pria cabul! Pergi kau dari sini. Haruskah aku mengeluarkan jurus Judoku padamu?”

 

Geumanhae! Stop! Apa yang kalian lakukan sebenarnya? Kita sedang menjadi pusat perhatian!”

 

Jessica dan Yifan mengedarkan pandangannya ke sekeliling mereka. Seluruh pengunjung restoran italia menatap mereka dengan pandangan aneh.

 

Jinri membungkukkan badannya dan meminta maaf pada semua pengunjung agar mereka kembali memusatkan perhatian mereka pada makanan mereka masing-masing.

 

Jinri menyuruh Jessica dan Yifan untuk duduk. Jessica duduk di kursinya dengan kesal lalu ia menatap Yifan dengan pandangan tajam. Yifan pun tak berniat untuk mengalah. Pria itu membalas pandangan Jessica tak kalah tajam. Jinri yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas pasrah.

 

Setelah selesai makan, Jinri menyuruh kedua orang penting dalam hidupnya itu untuk saling meminta maaf dan menceritakan awal mula pertengkaran di antara mereka.

 

“Jinri-ya.. Bukankah dia tidak sopan? Dia masuk ke dalam kamar mandi wanita!”

 

“Aku tidak tahu kalau itu adalah kamar mandi wanita. Lagipula aku tidak sengaja melihat tubuh mulusmu”

 

“Kau dengar itu Choi Jinri? Sepupumu ini benar-benar berotak mesum! Kau bilang ia akan menginap di flatmu? Kalau begitu aku tidak jadi menginap di tempat tinggalmu”

 

“Ah.. Ayolah eonni.. Kau berjanji untuk menemaniku menonton film horror”

 

Shireo!

 

Jinri bergelayut manja di lengan Jessica sambil memasang wajah memelasnya. Jessica memejamkan matanya sebentar. Ia benar-benar tak bisa menolak perminataan Jinri ketika gadis yang lebih tinggi darinya itu mengeluarkan jurus memelasnya.

 

Arasseo..”

 

Jinri bersorak girang. Sedangkan Yifan hanya mendengus. Ia pasrah jika ia harus bertengkar semalaman dengan wanita menyebalkan semacam Jessica.

 

 

 

 

Jinri memasukkan kaset film horror berjudul Deliver Us from Evil yang baru saja dibelinya. Ia menekan tombol play kemudian meninggalkan Jessica dan Yifan yang duduk bersebelahan di sofa.

 

Sebenarnya Jessica tidak mau duduk di samping Yifan. Tapi apa daya, jurus memelas Jinri kembali menyerang penglihatannya. Sofa sempit yang cukup untuk dua orang itu membuat kulit lengan mereka saling bersentuhan.

 

Yifan maupun Jessica merasa tidak nyaman dalam posisi ini. Apalagi Jinri tak kunjung kembali dari dapur. Jinri meninggalkan mereka berdua dengan alasan membuatkan minuman dan mengambil popcorn serta kripik kentang yang dibelinya setelah selesai mengikuti pelatihan Judo bersama Jessica.

 

Genre film horror adalah genre film yang paling tidak disukai Jessica. Apalagi jika ditambah dengan adegan eksorsisme yang mencekam. Gadis yang menggilai seni bela diri seperti Jessica memang tak sepatutnya takut pada film horror.

 

Namun, fantasi berlebihan Jessica setelah selesai menonton film horror membuat gadis itu membenci hantu-hantu yang berada di film horror. Jessica lebih menyukai film action seperti Captain America, Thor, Iron Man, dan kawan-kawan. Apalagi jika film itu diberi sentuhan adegan romantis.

 

Jinri kembali ke ruang tamu yang ia gunakan sebagai tempat menonton tv juga. Jinri meletakkan toples popcorn dan toples kripik kentang di pangkuan Jessica. Ia duduk di lantai dengan bantal Hello Kitty di pangkuannya.

 

“Kau tidak ingin mengemil, Jinri-ya?

 

“Tidak. Terima kasih eonni. Aku sedang diet”

 

Jessica mengangguk-angguk kecil lalu memasukkan beberapa kripik kentang ke dalam mulutnya. Jessica menatap Yifan yang berada di sebelahnya karena ia merasa pria itu juga sedang menatapnya lekat-lekat.

 

Jessica menyodorkan toples popcorn yang berada di pangkuannya ke arah Yifan. Yifan pun dengan senang hati menerima toples popcorn yang memang telah diincarnya sejak tadi.

 

Jessica tersedak kripik kentang yang masih dikunyahnya ketika adegan pengusiran iblis muncul di layar tv Jinri. Melihat Jessica yang terbatuk-batuk, Yifan segera meraih salah satu gelas Ice Mochacino yang diletakkan Jinri di meja kecil di samping Yifan.

 

Yifan memberikan gelas yang dibawanya pada Jessica. Setelah Jessica meminum separuh dari isi dalam gelas itu, Jessica menyuruh Kris untuk mengembalikan gelas itu ke tempat asalnya.

 

Jessica melirik Jinri yang duduk tepat di bawah kakinya. Jinri sudah tertidur. Hanya tertinggal ia dan Yifan yang masing-masing masih belum terserang rasa kantuk. Jessica melingkarkan tangannya di lengan Yifan dan menyembunyikan wajahnya di bahu Yifan.

 

Yifan tersenyum kecil melihat Jessica yang sedang ketakutan. Yifan melepas cengkeraman tangan Jessica pada lengannya. Jessica mengira Yifan merasa risih, namun Yifan malah menarik tubuh Jessica di pelukannya.

 

Jessica menyembunyikan wajahnya di dada bidang Yifan. Mendengar suara-suara menyeramkan yang berasal dari film itu saja membuat bulu kuduk Jessica berdiri. Apalagi jika disertai dengan melihat adegan-adegan menakutkan di film itu. Pasti Jessica akan menangis meraung-raung.

 

Setelah film selesai, Yifan mengeluarkan kaset milik Jinri dari DVD player. Sedangkan Jessica masih meringkuk di sofa. Yifan membangunkan Jinri agar gadis itu tidur di kamarnya. Jinri yang masih setengah sadar pun melangkah gontai ke kamarnya kemudian mengunci kamar tidurnya. Melupakan keberadaan Jessica yang seharusnya tidur sekamar dengannya.

 

“Jinri mengunci kamarnya. Huaaaaaa~ Lalu aku tidur dimana?”

 

Jessica heboh ketika ia mendengar suara kunci diputar dari kamar Jinri. Yifan mengusap wajahnya kesal. Ia lupa jika Jinri memiliki kebiasaan mengunci pintu kamarnya sebelum tidur. Yifan dan Jessica juga tidak bisa menyalahkan Jinri yang setengah sadar itu.

 

“Kau tidur di kamar tamu. Aku akan tidur di sofa”

 

Jessica mengangguk kecil lalu berlari kecil ke kamar tamu. Yifan mendesah kecil lalu membaringkan tubuhnya di sofa kecil berwarna ungu tua milik Jinri. Kaki panjangnya menggantung karena sofa itu terlalu kecil untuk tubuh tingginya. Namun, ia memaksa matanya untuk terpejam walaupun ia berada dalam posisi tidak nyaman.

 

Jessica sudah berkali-kali mengubah posisi tidurnya. Namun, matanya tetap tidak mau terpejam. Ia masih terbayang-bayang akan adegan-adegan yang tak patut untuk dilihat bagi seorang Jessica. Pikirannya mulai melayang-layang. Bagaimana jika aku mengalami sesuatu yang sama persis seperti di film itu? Bagaimana jika aku…

 

Jessica menampar pipinya keras-keras mencoba menghilangkan fantasi-fantasi anehnya. Jessica bangkit dari posisi berbaringnya. Ia memutuskan untuk menghampiri Yifan.

 

Jessica menatap Yifan yang menekuk tubuhnya di sofa. Jessica berlutut di depan sofa itu kemudian ia menepuk-nepuk lengan Yifan mencoba membangunkan pria itu.

 

“Ada apa?”

 

“Bisakah kau menemaniku tidur di kamar tamu?”

 

Yifan yang belum sepenuhnya mendapat kesadarannya itu hanya mengangguk kecil lalu mengikuti Jessica yang sudah masuk ke dalam kamar tamu terlebih dahulu.

 

Yifan membaringkan tubuhnya di samping Jessica kemudian kembali memejamkan matanya. Jessica menhembuskan nafasnya kesal. Hanya Jessica yang belum bisa tidur di flat ini. Jessica memeluk lengan Kris lalu mencoba untuk memasuki alam bawah sadarnya.

 

 

 

 

“Oh. My. God”

 

Jinri menutup mulutnya melihat Jessica dan sepupunya Wu Yifan yang tidur seranjang dengan posisi saling berpelukan. Bahkan Yifan meminjamkan lengannya untuk tumpuan kepala Jessica. Diam-diam Jinri mengeluarkan ponselnya kemudian mengabadikan peristiwa langka itu.

 

Jinri segera melesat kembali ke kamarnya ketika Jessica sedikit mengubah posisi tidurnya.

 

Jessica membuka matanya dan disambut oleh seonggok ah bukan.. seorang pria tampan di hadapannya. Jessica menyingkirkan helai-helai rambut yang menutupi dahi Yifan dengan telunjuknya.

 

Telunjuk lentiknya menelusuri wajah Yifan dengan lembut. Beberapa menit kemudian Yifan terbangun dari tidurnya ketika telunjuk Jessica menyentuh bibir bawahnya. Senyum Yifan merekah. Yifan mengeratkan pelukannya.

 

Good morning..”

 

Jessica tersenyum mendengar suara serak Yifan. “Good morning..”

 

“Wanna morning kiss?”

 

Jessica memukul dada Yifan sembari memasang wajah kesalnya. Yifan terkekeh kemudian mengecup bibir Jessica cepat. Yifan segera berlari keluar kamar sebelum Jessica menendangnya lagi.

 

Yifan mengira Jessica akan mengejarnya. Ketika Yifan mengintip ke dalam kamar tamu yang ia dan Jessica gunakan untuk tidur, Yifan melihat Jessica sudah tidak ada di kasurnya. Yifan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar itu.

 

BUK

 

Yifan mengelus-elus bagian belakang kepalanya yang terkena lemparan bantal dari Jessica. Siapa bilang Jessica akan dengan mudahnya menerima ciuman dari Yifan? Sedari tadi, Jessica bersembunyi di balik pintu untuk menyerang Yifan dengan bantal besarnya.

 

“Berani-beraninya kau menciumku eoh?”

 

Jessica menarik tubuh Yifan. Memaksanya untuk berdiri. Jessica melayangkan tangannya ke pipi Yifan. Yifan memejamkan matanya menunggu rasa sakit yang menyerang pipinya. Namun yang ada malah ia merasakan sesuatu yang lembut dan basah menempel di bibirnya. Kedua kaki Jessica menggunakan kaki Yifan sebagai pijakan agar tinggi ia bisa mengimbangi tinggi badan Yifan.

 

Tangan Jessica menangkup pipi Yifan. Yifan membuka matanya perlahan. Ia melihat mata Jessica yang terpejam. Yifan tersenyum dalam ciumannya. Ia pun memutuskan untuk memejamkan matanya. Menikmati ciuman lembutnya dengan Jessica.

 

Tiba-tiba suara kamera mengganggu momen mereka. Jessica segera melepas ciumannya dengan Yifan. Jinri berdiri di tengah-tengah pintu kamar tamu dengan senyum lebarnya. Ia melambai-lambaikan handphone yang ia gunakan untuk memotret Jessica dan Yifan.

 

Ketika Jessica hendak mengejar Jinri yang kabur keluar flat, Yifan memeluk Jessica dari belakang membuat langkah kaki Jessica terhenti.

 

“Bisakah kau mengabaikan pengganggu kecil itu, Jessie-ya?”

 

Jessica membalikkan badannya. Ia menjinjitkan kakinya lalu mengecup bibir Kris lembut.

 

“I love you, idiot”

 

“I love you more, scary girl”

 

 

 

 

END

 

Advertisements

10 thoughts on “[Oneshot] Love at First Fight

  1. keren eon , aku suka .
    tapi krissica lagi ? hufftt bosen 😀
    aku suka eon cerita nya tapi adegan romance nya dikit banget , aku suka ff romance gitu soal nya 😀 * sumpah gak ada yang nanya –”
    aku tunggu ya eon ff selanjut nya 🙂

    oh iya eon , aku udah nyerah –”
    pake pw yang baru juga gak bisa di buka , heehh terpaksa aku gak bisa liat ff sweet love yang terakhir –“

    1. Emang dikit huaaaaa Aku lagi gabisa mikir adegan romantis T_T
      Aku dapet banget feelnya kalo pake pairing KrisSica. Apalagi aku lagi kangen Kris :”D
      Aku juga nyeraaaah~ Aku udah ngubek2 lewat laptop. Diapa-apain juga tetep gabisa dibuka masa T_T

      1. Ada beberapa reader yang bisa buka masa._. Kukira mereka bakal komplain gegara gabisa buka ‘-‘
        Jangan ngomongin sehun! Aku lagi sakit hati sama dia T_T
        Kemaren aku liat videonya dia ngedance sama BoA di MCountdown. Posisinya intim bingit masa T_T huhu

  2. mereka awalnya berantem trus tiba2 bagi kisseu itu gimana ceritanya??!!!! tapi tetep aja seneng bacanya, bikin melted aduuuhh :’3
    bagus thor! sukasukasuka :3

  3. maka nya itu eon , apa hp aku nya aja kali ya atau kartu aku ? masalah nya aku juga gak bisa buka pw di ff lain –”
    heeh jadi bete .
    walah lagi sensi sama ‘dia’ ya , oke aku mingkem 😀

  4. Ya ampun KrisSica saat pertama bertemu bertengkar, eh gak lama udah kiss2 aja ckckck
    itu Sulli eonni jail bgt, fotoin moment KrisSica lagi intim. :v :v
    bagus ceritanya… Ditunggu cerita KrisSica yang lainnya yaa… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s